Kamis, 16 November 2017

Enam Proyek besar Infrastruktur Bali ( Pengantar Bisnis# )

I.                   PENDAHULUAN

          Telah banyak daerah di Indonesia yang sektor pariwisatanya meningkat untuk membantu memajukan ekonomi negara. Setiap daerah mendapatkan tingkatan yang berbeda – beda, namun sekarang sektor pariwisata di setiap daerah Indonesia adalah sumber ekonomi negara.  Setiap daerah pasti ada usaha untuk meningkatkan infrastruktur di daerahnya masing – masing. Sebagaimana untuk mensejahterahkan masyarakatnya serta wisatawan yang akan berkunjung ke daerah tersebut. Infastruktur yang akan dibangun tersebut agar dapat memudahkan masyarakatnya serta wisatawan yang berkunjung. Disini akan dijelaskan daerah yang ingin mengusahakan infrastruktur untuk memajukan daerahnya serta membuat masyarakat dan wisatawannya nyaman dan puas di daerah tersebut.

II.                ISI

            Wakil Gurbernur Bali mengikuti rapat yang diadakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman yang terkait enam usulan proyek infrastruktur di pulau Dewata dan menjadi daerah otoritas pariwisata. Keenam proyek itu adalah pembangunan kawasan bandara di Bali Utara, pembangunan kawasan industri pariwisata di Buleleng Barat, pembangunan jalan tol terintegrasi, pembangunan kereta api, pembangunan dua stadion di Ngurah Rai dan Cengkiling serta pembangunan kawasan industri pariwisata Nusa Penida.
            Menurutnya, usulan proyek infrastruktur besar tersebut dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Bali di masa mendatang serta juga mendukung perheletan International dalam pertemuan Tahunan Dana Moneter International – Bank Dunia yang akan digelar pada oktober 2018 di daerah tersebut. Sehingga, dalam acara IMF – Bank Dunia para peserta dan keluarga sudah bisa menikmati fasilitas penunjang tersebut.                
            Dalam persiapan pertemuan tersebut, proyek “underpass” Bandara Ngurah Rai dan pelebaran sejumlah jalan akan di prioritaskan selesai sebelum perheletan akbar. Ada pun proyek besar lainnya yang tidak dapat selesai sebelum Pertemuan IMF – Bank Dunia. Biaya proyek – proyek tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari pihak swasta maupun Bank dunia, namun jumlahnya pun belum terhitung karena yang masih dalam tahap persiapan. Wakil Gurbernur tersebut telah menyepakati usulan proyek besar infrastruktur untuk bisa dimasukkan ke dalam draft Keputusan Presiden mengenai Bali sebagai daerah otorita pariwisata.

III.             PENUTUP

KESIMPULAN

        Bali yang telah dijuluki daerah otorita pariwisata ingin membangun infrastruktur dengan mengusulkan enam proyek besar guna memudahkan masyarakat Bali serta wisatawan yang berdatangan. Namun, proyek tersebut juga ingin ditunjukkan pada pertemuan besar IMF – Bank Dunia dalam menggunakan fasilitas penunjang. Tetapi enam proyek besar infrastruktur tersebut tidak dapat diselesaikan semuanya dalam waktu singkat yang hanya beberapa proyek yang dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.

  
SARAN

        Seharusnya apabila ingin membangun proyek besar tersebut telah dipersiapkan dari tahun – tasebelumnya agar dapat diselesaikan dengan waktu yang ditetapkan tersebut serta disesuaikan dengan investasi APBN yang  dipunyai agar tidak berhenti di jalan dalam tahap pembangunan.


IV.              REFERENSI


Sabtu, 11 November 2017

Perusahaan Toserba yang Menutup ( Pengantar Bisnis# )



I.                  Pendahuluan

       Hingga sekarang Toserba tidak jauh dari kata ‘Ramai’ pengunjung karena konsumen Indonesia  yang sangat suka sekali berbelanja. Apalagi semakin banyak nya penduduk di Indonesia mampu menambahkan minat pengunjung ke toserba. Dari yang membeli pakaian,keperluan rumah tangga, dsb masyarakat konsumen pun tidak ada hentinya untuk mengunjungi ke toserba. Karena, toserba ialah telah menjadi kebutuhan pokok dalam objek berbelanja apalagi bagi kaum hawa bukan sebuah hal yang berat untuk pergi dikunjungi. Hampir setiap hari toserba banyak dikunjungi oleh masyarakat konsumen apalagi di hari – hari besar seperti hari raya, hari natal serta hari awal bulan banyak pengunjung berbondong – bonding untuk datang, apalagi bila toserba tersebut mempunyai harga khusus seperti diskon besar – besaran. Namun, setelah kasus tutupnya gerai 7-eleven sekarang toserba sedang maraknya ditutup karena  menyebabkan  penurunan pengunjung sehingga toserba tersebut tutup di beberapa tempat wilayah. Maka, disini akan dijelaskan mengapa toserba tersebut bisa tutup. Apakah yang terjadi? Mari kita pahami dengan saksama penjelasan dibawah.


II.               Isi


        Gerai Lotus di Thamrin,Jakarta Pusat, pada akhir bulan oktober sedang ramai pengunjung sampai meningkat 80%. Ramainya pengunjung pada gerai Lotus dikarenakan sedang mengadakan diskon besar-besaran menjelang penutupan gerai tersebut pada akhir bulan Oktober. Selain Lotus juga ada beberapa toserba yang akan ditutup oleh PT. Mitra Adiperkasa. 
       Tutupnya toserba ini disebabkan oleh perubahan perilaku konsumen yang menjadi melesunya untuk berbelanja. Mereka menahan untuk berbelanja, karena konsumen sudah mulai cerdas dalam memanfaatkan kelangsungan hidupnya  yang akan dimasukkan ke deposito berjangka, dan konsumen juga lebih memilih pada leisure dan lifestyle.    
      Pola hidup konsumen  rata – rata lebih suka berpengalaman, mereka didorong oleh produk yang hanya berpergian belanja, makan dan minum lalu diposting ke internet. Penyebab ini ialah lebih cenderung pada deret hitung. Sedangkan penyebab maraknya belanja online disebabkan oleh deret ukur yang membuat konsumen lebih ingin mudah dan praktis dalam berbelanja, tetapi dalam belanja online pun juga belum adanya peningkatan yang meningkat yang dianggap penyebab utama tutupnya toserba. Sehingga, yang menjadi penyebab utamanya adalah perubahan perilaku yang dimiliki oleh konsumen sekarang.


III.        Penutup

KESIMPULAN

Tutupnya toserba disebabkan oleh perilaku konsumen yang merubah, karena konsumen    lebih memilih pada leisure dan lifestyle yang seimbang sehingga mereka cenderung menahan untuk berbelanja yang akan menyebabkan menurunya pengunjung pada toserba tersebut. Hal ini disebabkan deret hitung, karena penurunan berbelanja pada konsumen mulai sedikit sehingga toserba pendapatan pun juga mengalami penurunan.



SARAN

             Toserba juga harus mengimbangi kebutuhan masyarakat konsumen misalnya, pada gaya hidup konsumen yang lebih dibutuhkan dan juga memiliki harga pasar yang sesuai  dengan penghasilan masyarakat di Indonesia. Sehingga masyarakat konsumen dapat mengimbangi dalam pengeluaran ekonominya tersebut. Toserba juga harus aktif dalam bidang berbelanja online karena, masyarakat konsumen kini lebih memilih berbelanja praktis dan mudah, agar pendapatan pada toserba pun juga seimbang dan tidak mengalami penurunan.



IV.           REFERENSI

Tutupnya Perusahaan 7-eleven ( Pengantar Bisnis# )




I.                  Pendahuluan 

       Pada era modern ini telah banyak macam – macam usaha yang dibuka mulai dari resto,caffe,pakaian,dll yang mungkin tidak bisa disebutkan semuanya. Pada tahun 2015 sedang maraknya minimarket yang berupa resto/caffe yang berada diwilayah amerika serikat namun pada di tahun 2015 ini pun baru naik namanya di Indonesia. Gerai ini sangat unik yang membuat para remaja serta mahasiswa tertarik karena menyediakan fasilitas yang sesuai serta bayarannya pun pas dengan harga kantong para remaja. Setiap perusahaan seiringnya berjalannya waktu pasti selalu berubah – ubah baik itu zamannya atau pesaingnya. Bukan lagi perusahaan kalau ingin membuat para pelanggannya puas dengan pelayanannya yang telah disediakan oleh perusahaan masing – masing namun berbeda mode. Masalah semakin maju atau menurunnya suatu perusahaan ialah tergantung dari pengelolaannya bagaimana usaha tersebut agar bisa menjaga,bersaing dan mengikuti zaman serta pemikiran para konsumen. Namun, disini akan dijelaskan gerai yang tutup karena mengalami penurunan sehingga gerai tersebut tidak sanggup untuk melanjutkan lantaran untuk membayar beban – beban yang dikeluarkan.


  
    

II.               ISI


             Pada tahun 2015 maraknya nama 7-eleven yang dianggap tempat nongkrong kekinian untuk para remaja. Perusahaan ini juga menjadi kontributor pendapatan terbesar pada mayoritas perusahaan. Namun pada saat memasuki tahun 2016 perusahaan 7-eleven ini mengalami penurunan hingga tutupnya beberapa gerai di wilayah Indonesia. Bisnis model ini diterapkan oleh 7-eleven di Indonesia namun, diganggu oleh perkembangan peraturan yang kurang kondusif sehingga perusahaan pun mengalami penurunan terus – menerus.                        
            Perusahaan tutup sekitar 25 gerai pada 2016 dibandingkan 2015 sekitar 20 gerai. Total gerai 7-eleven sekitar 161 gerai pada tahun 2016. Pada tahun 2017 pendapatan perusahaan 7-eleven pun semakin lama semakin menurun yang disebabkan berbagai faktor, sehingga 7-eleven pun mengibarkan bendera putihnya pada tanggal 30 Juni 2017 untuk menutup seluruh gerai 7-eleven di Indonesia guna menghindari kerugian yang sangat besar. Faktornya ialah disebabkan pada peraturan yang dikeluarkan oleh kementrian perindustrian ditetapkan untuk melarang menjual minuman berakohol dikarenakan warga Indonesia adalah mayoritas Muslim.                         
            Padahal, dengan menjual minuman berakohol tersebut adalah sumber pendapatan yang besar untuk mendapatkan keuntungan. Diberikannya fasilitas Wifi gratis juga faktor yang menyebabkan penurunan pendapatan pada 7-eleven, karena pengunjung datang hanya membeli 1 buah minuman dan duduk untuk ber-Wifi-an gratis hingga berjam – jam. Maka dari itu, dengan adanya pengeluaran perusahaan yang tidak sesuai dengan pendapatannya, ini menyebabkan kerugian pada perusahaan tersebut, sehingga tidak cukup untuk dibebankan.               
            Biaya sewa tempat dan infrastruktur juga terpengaruh karena penurunan perusahaan tersebut apalagi perusahaan gerai 7-eleven juga harus membayar utang Bank, jadi ini adalah resiko bisnis yang mereka hadapi karena biayanya sebagian besar utang melalui perbankan. Model bisnis dan risiko gerai 7-eleven serupa dengan restoran makanan dan minuman siap saji yang difasilitasi dengan tempat duduk dan wifi gratis. Akibatnya, rantai itu menghadapi persaingan yang ketat dari restoran cepat saji dan penjual makanan tradisional yang masih sangat popular di kalangan konsumen Indonesia.




 

III.     PENUTUP

KESIMPULAN

           7-eleven mulai mengalami penurunan pendapatan karena atas dikeluarkannya persyaratan dari kementerian perindustrian serta fasilitas yang diberikannya lebih banyak dibanding pemasukannya yang didapat. Pada akhirnya 7-eleven mengalami penurunan dan memutuskan untuk menutup perusahannya guna menghindari kerugian yang besar. 


SARAN

            Lebih mengubah metode penjualannya, tidak harus berpatok/kesamaan pada barang luar negri yang akan dijualnya. Gerai tersebut harus melihat kondisi serta aturan yang berada di suatu Negara karena tidak semua Negara sama diberlakukanya penggunaan suatu barang.



IV.     REFERENSI


English Sentences